PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENENTUAN GURU TERBAIK PADA SMPN 10 TANGERANG

  • Lusi Fajarita Universitas Budi Luhur
  • Anto Prasetyo
Keywords: AHP, DSS, Eigenvector, SAW

Abstract

Penentuan guru terbaik merupakan hak prerogatif Kepala Sekolah kepada guru yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Namun dalam memberikan penilaian tersebut, tidak memungkiri akan adanya penilaian secara subyektif karena satu dan lain hal. Sistem penunjang keputusan merupakan suatu sistem yang dapat menghasilkan informasi yang spesifik untuk membantu Top Level Management dalam mengambil keputusan. Dengan sistem ini maka penilaian secara subyektif dapat diminimalisir. Penggabungan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dan Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk menentukan bobot penilaian dan menghasilkan nilai alternatif terbaik. Pada prinsipnya metode AHP akan memecahkan persoalan dengan 3 cara yaitu: menyusun hirarki, menentukan prioritas dan mengukur konsistensi. Sedangkan metode SAW akan mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja setiap alternatif disemua atribut. Dalam penelitian ini, kriteria yang dinilai dalam penentuan guru terbaik antara lain : pedagogik, sosial, kepribadian dan profesional. Dimana pada setiap kriteria tersebut memiliki beberapa sub kriteria. Hasil pengujian sistem pada semua kriteria yang dinilai, dengan metode AHP menghasilkan nilai Consistency Index(CI) dan Consistency Ratio(CR) yang konsisten, yaitu kurang dari  0,1. Hasil pengujian dengan  metode SAW terhadap 5 orang guru yang dinilai, menghasilkan peringkat pertama dengan nilai tertinggi sebesar 3,6859.

Published
2020-07-06
How to Cite
[1]
L. Fajarita and A. Prasetyo, “PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENENTUAN GURU TERBAIK PADA SMPN 10 TANGERANG”, IDEALIS, vol. 3, no. 2, pp. 22-27, Jul. 2020.
Section
Decision Support System